PartnerBisnismu

Tempatnya berbagi ilmu tentang apapun yang sedang ingin di curahkan

Untung Rugi Investasi Apartemen

Investasi properti apartemen merupakan sebuah tren investasi pada saat ini apalagi dengan semakin banyaknya penduduk. Akan tetapi, seluruh investasi memiliki keuntungan dan juga kerugian, termasuk juga dengan investasi apartemen ini. Untuk itu, pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai untung rugi investasi apartemen. Yuk simak saja berikut ini.

Untung Rugi Investasi Apartemen

Sebelum melihat kerugian atau resikonya, kita lihat dahulu beberapa keunggulan atau keuntungan yang akan di dapat ketika melakukan investasi apartemen.

Di bawah ini keuntungan dari investasi apartemen, antara lain:

  1. Investasi apartemen memberkan kepemilikan asset secara fisik. Bagaimanapun itu memiliki asset fisik pada portofolio investasi merupakan hal yang penting. Karena ketika kondisi ekonomi sedang goyah, maka nilai asset fisik ini cenderung stabil. Kepemilikan asset juga akan memberikan diversifikasi yagn penting pada investasi.
  2. Semua orang pasti memahami bahwa investasi properti ini menawarkan kenaikan nilai atau return seiring dengan padatnya penduduk pada kota besar. Selain itu, juga semakin terbatasnya lahan bagi pembangunan. Sedangkan tanah tidak dapat diciptakan lagi. Itulah ungkapan mengenai mengapa investasi properti menguntungkan.
  3. Apartemen dapat mendatangkan pasif income melalui pembayaran sewa. Apartemen dengan lokasi yang strategis umumnya dapat kita sewakan supaya bisa memberikan pendapatan tambahan. Uang sewa dapat kita gunakan untuk membayar cicilan pinjaman KPR bank bagi pelunasan pembelian apartemen ini. Apabila sewanya bagus, maka dapat kita katakana bahwa Anda hanya dengan modal uang muka saja sudah dapat mempunyai apartemen. Karena angsuran KPR akan di bayar sendiri dari pendapatan sewa setiap bulannya.
  4. Apartemen pasti saja dapat di pakai untuk tempat tinggal sambil menikmati kenaikan nilai asset apartemen seiring berjalannya waktu. Walaupun tidak Anda sewakan, namun investor dapat menikmati nilai capital gain yang nantinya dapat di realisasikan saat apartemen di jual.

Itulah daftar keuntungan investasi apartemen. Namun, selain memiliki keuntungan investasi  apartemen juga memiliki kerugian atau resiko.

Baca Juga: Developer Perumahan: Tips Memilih yang Terpercaya

Resiko Investasi Apartemen

1. (Tidak) Terlambat Dibangun

Resiko yang paling besar pada investasi apartemen yaitu apartemen yang tidak jadi di bangun.

Sebagian besar proses pembelian apartemen di laksanakan pada saat lahan masih kosong dan apartemen belum jadi. Akan tetapi, pemasaran apartemen telah di mulai walaupun bangunan apartemen tersebut belum ada.

Banyak yang tertarik walaupun apartemen belum jadi karena cara investasi apartemen pada kondisi tanah kosong mempunyai potensi untuk meraih keuntungan. Keuntungan tersebut yaitu kenaikan harga yang paling besar.

Maka sudah pasti yang berani melakukan pembelian pada kondisi bangunan yang belum jadi yaitu para investor. Konsumen akhir jarang melakukan pembelian ketika apartemen belum jadi.

Akan tetapi, resikonya yaitu apartemen tidak jadi di bangun karena berbagai faktor atau alasan. Sudah terdapat beberapa kejadian mengenai apartemen yang gagal selesai walaupun pembeli telah membayarnya.

Resiko lain yaitu pembangunan apartemen lewat dari jadwal yang telah di tetapkan. Seperti target 2 tahun selesai, namun faktanya baru selesai setelah 4 tahun.

2. Harga Apartemen Turun

Apakah benar bahwa harga property tidak akan pernah turun lagi? Bukankah Tuhan sudah tidak menciptakan tanah lagi?

Mungkin Anda pernah memiliki pemikirian bahwa harga properti akan selalu mengalami peningkatan.

Akan tetapi, apakah kita pernah melakukan pengecekan terhadap harga properti dari waktu ke waktu?

Cara yang paling akurat yaitu dengan melihat trend pada harga properti di pasaran.

Kebetulan Bank Indonesia mengumpulkan berbagai data harga properti pada kota-kota besar di Indonesia. Beberapa data tersebut juga tersedia secara gratis pada situs resmi Bank Indonesia.

Menurut data tersebut trend harga properti dalam beberapa tahun terkahir mengalami anjlok.

3. Sertifikat Terlambat

Mungkin beberapa di antara Anda pernah memiliki pikiran bahwa proses untuk memperoleh sertifikat pada pembelian apartemen dapat secepat rumah tapak.

Namun, ternyata pikiran seperti itu salah. Mari kita lihat bersama-sama urutan dari proses pembuatan sertifikat apartemen.

Pertama. Apartemen harus telah selesai di bangun terlebih dahulu. Barulah proses pembuatan sertifikat dapat di mulai.

Kedua. Setelah bangunan tersebut jadi, pengembang harus melakukan serah terima apartemen dengan semua pemilik. Baru kemudian proses pembuatan sertifikat dapat di lanjutkan lagi. Harus di garis bawahi bahwa “semua” pemilik harus melakukan serah terima.

Ketiga. Setelah itu barulah proses pembuat sertifikat dapat di selesaikan. Biasanya memerlukan waktu empat hingga lima tahun agar sertifikat apartemen dapat selesai.

Lalu apakah konsekuensi apabila sertifikat terlambat jadi?

Jika mengambil pinjaman KPR pada bank, mungkin Anda tidak terlalu peduli karena kepentingan dari sertifikat ini menjadi di pihak bank.

Akan tetapi, jika lunas secara tunai atau cicilan bertahap pada developer, Anda memerlukan sertifikat ini sebagai tanda bukti legal kepemilikan apartemen tersebut.

Melalui sertifikat ini, Anda dapat menjaminkan apartemen pada bank untuk melakukan pengambilan pinjaman. Yang nantinya dapat Anda pakai bagi keperluan lain, termasuk juga dengan melakukan pembelian properti lain.

4. Sulit Disewakan

Pasokan apartemen di wilayah Jakarta berdasar pada beberapa laporan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Besarnya supply unit apartemen ini akan menekan harga sewa.

Idealnya untuk harga sewa setiap bulannya yaitu sebesar 1% dari harga nilai property. Akan tetapi, fakta di lapangan tidak selalu mencapai pada tingkat harga sewa tersebut.

Dalam beberapa waktu harga sewa apartemen cenderung stagnan. Ada banyak faktor yang menentukan harga sewa tersebut.

Namun, yang paling penting, terdapat resiko bahwa harga sewa tidak sesuai dengan ekspetasi. Oleh karena itu, kita juga harus menyiapkan rencana yang lain apabila harga sewa berada di bawah target.

5. Bunga KPR Naik

Hampir 70% hingga 80% pembelian property di Indonesia ini di lakukan melalui pinjaman KPR bank.

Tingginya nilai dari investasi property membuat sedikit orang yang mampu membeli property apartemen melalui uang sendiri atau cash.

Selain memiliki keuntungan, pinjaman KPR bank juga memiliki resiko. Resiko tersebut yaitu naiknya suku bunga yang berimbas pada kenaikan angsuran kredit setiap bulannya.

Skema dari pinjaman KPR yang bank tawarkan kebanyakan memberi bunga fixed pada beberapa tahun pertama, seperti 3 tahun atau maksimal 5 tahun.

Setelah masa bunga fixed tersebut selesai, bunga KPR akan mengikuti bunga floating. Yang mana telah tentu lebih tinggi daripada bunga fixed sebelumnya. Akibatnya, saat kredit KPR berubah menjadi bunga floating, maka cicilan pinjaman setiap bulannya juga naik tajam.

Kenaikan dari cicilan ini harus Anda antisipasi karena apabila tidak tentu akan mengganggu arus keuangan Anda.

Baca Juga: Investasi: Pengertian, Jenis, Keuntungan dan Kerugian

Untung Rugi Investasi Apartemen
Untung Rugi Investasi Apartemen

Penutup

Investasi property apartemen merupakan salah satu pilihan investasi yang terkenal. Properti apartemen ini bentuknya nyata, tahan dari infalsi, dan dapat memperoleh penghasilan pasif income dari penyewaan.

Akan tetapi, setiap investasi apapun itu tentu mempunyai keuntungan dan kerugiannya sendiri. Oleh karena itu, sebelum melakukan investasi apartemen, sebaiknya mempelajari lagi dengan baik keuntungan dan kerugiannya.

Sekian artikel dari PartnerBisnismu tentang untung rugi investasi apartemen. Semoga bisa bermanfaat untuk kalian semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *