PartnerBisnismu

Tempatnya berbagi ilmu tentang apapun yang sedang ingin di curahkan

Saham Blue Chip: Pengertian dan Referensinya

Saham blue chip merupakan golongan saham yang cocok di pakai untuk berinvestasi bagi pemula. Jadi, bagi Anda yang masih pemula dan ingin belajar investasi saham, maka saya memberi saran kepada Anda untuk menggunakan saham jenis ini.

Saham Blue Chip

Saham blue chip merupakan jenis saham yang terbaik karena berasal dari perusahaan-perusahaan yang memiliki kinerja terbaik. Selain itu, juga telah mumpuni pada bursa dan memiliki track-record yang konsisten pada rentang waktu panjang.

Jenis saham yang masuk pada kategori blue chip yaitu saham pilihan. Saham pilihan tersebut menjadi isi pada portofolio utama investor institusi dan ritel dalam bursa.

Saham blue chip merupakan jenis saham tersulit atau terkecil untuk di goreng harganya karena kapitalisasi pada saham ini sangat besar. Tidak hanya itu, juga sangat likuid.

Daftar Saham Blue Chip

1. Saham BBCA Bank BCA

BBCA merupakan kode dari saham Bank BCA. BBCA ini merupakan saham yang mempunyai kapitalisasi paling besar pada bursa efek Indonesia. Artinya saham ini merupakan saham yang terbesar pada bursa.

Menjadi saham yang memiliki nilai kapitalisasi paling besar tentu bukanlah tanpa alasan. Hal tersebut merupakan penghargaan dari investor ke saham BCA karena memiliki kinerja yang baik.

BCA merupakan bank paling baik yang ada di Indonesia yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan profit yang terbaik.

Terdapat beberapa indicator yang menunjukkan bahwa kinerja Bank BCA lebih baik daripada bank yang lain:

  • Pertumbuhan kredit BCA terus konsisten pada lebih tinggi atau minimal at par dengan industry perbankan. Hal ini merupakan hal terpenting bagi bank karena jumlah kredit yaitu motor utama dalam profit.
  • Perusahaan di kelola secara efisien dan prudent. Tercemin dari Return on Assets (ROA) tertinggi daripada bank pada kelasnya. Selain itu, tingkat kredit macet atau NPLnya rendah (terbaik di antara kelompok bank sekelasnya).
  • Manajemen secara professional pada belakang kinerja BBCA yang super. Hal ini terbukti dari indikator kinerja keuangannya. Tidak hanya itu, tetapi juga dari mayoritas pimpinan BCA asalnya dari internal yang menampakkan kaderisasi pada perusahaan kuat dan terencana.

Baca Juga: 12 Cara Beli Saham Secara Online Dengan Mudah

2. UNVR Unilever

UNVR merupakan kode saham dari Unilever Indonesia yang adalah perusahaan consumer goods paling besar dan paling baik di Indonesia.

Unilever mempunyai berbagai merk yang kuat. Merk yang paling terkenal hingga ke dunia antara lain Rinso, Royco, Rexona, dan masih banyak lagi.

Melalui populasi penduduk di Indonesia yang semakin bertumbuh besar  dan di prediksi akan terdapat bonus demografi beberapa tahun kemudian. Maka pasar Indonesia sangat potensial bagi produk yang UNVR jual dan yang memiliki brand kuat akan lebih dominan dalam pasar. Sehingga dapat menentukan harga.

Unilever Indonesia merupakan perusahaan yang memiliki kinerja keuangan sangat efisien. Hal ini tercermin dari beberapa tanda berikut ini:

  • Return on Equity (ROE) Unilever hingga 142% pada tahun 2018. Dan sejak tahun 2014 ROE UNVR selalu lebih dari 100% dengan profit yang terus meningkat tiap tahunnya.
  • Karena pengelolaannya sangat efisien, maka Unilever tidak memerlukan injeksi modal. Sehingga profitnya dibagi sebagi deviden kepada pemegang saham.
  • Perusahaan dengan asset yang paling besar UNVR hampir dapat di katakan tidak memiliki hutang bank.

3. BBRI Bank BRI

BBRI merupakan kode saham dari Bank BRI dengan profit yang paling besar di Indonesia. Bank BRI fokus kepada kredit usaha mikro hingga menengah.

Beberapa indikator penting yang memperlihatkan kinerja keuangan BRI fenomenal, yakni:

  • Pertumbuhan kredit yang konsisten pada Bank BRI, paling tinggi diantara bank yang sekelasnya dan selalu lebih tinggi dari industry.
  • BRI menuliskan margin keuntungan yang tinggi. Hal ini nampak dari NIM (Net Interest Margint) yang paling tinggi dari bank lain yang sekelasnya.
  • BRI telah memiliki manajemen dan pengalaman selama lebih dari 100 tahun pada industry perbankan. Selain itu juga memiliki jaringan hingga pelosok Indonesia yang menjadikan BRI memiliki kekuatan yang sulit tersaingi dari bank lain.

4. TLKM Telekomunikasi

TLKM merupakan kode saham dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

TLKM adalah perusahaan telekomunikasi yang paling besar di Indonesia. Selain itu juga merupakan salah satu BUMN paling besar yang semua masyarakat kenal melalui produk telekomunikasinya.

Berikut beberapa indikator yang menunjukan kinerja superior dari Telkom:

  • Secara Bisnis Telkom lebih unggul pada jaringan hingga pelosok dan memiliki pelanggan terbesar. Sehingga tidak dapat tersaingi oleh operator telekomunikasi yang lain.
  • TLKM secara rajin membagikan deviden ke pemegang saham pada tiap tahunnya. Pada tahun 2018 TLKM mengeluarkan dana Rp 16.2 Tr bagi pembayaran deviden atau 90% profit.
  • TLKM mempunyai profit margin di atas pesaing operator lain. Selain itu juga mencatat pendapatan rata-rata tiap konsumen tertinggi di antara operator Telekomunikasi lainnya.

5. ICBP Indofood CBP Sukses Makmur

ICBP merupakan kode saham dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. ICBP, perusahaan produsen mie instan yang paling terkenal di Indonesia (Indomie). Sudah beroperasi selama 30 tahun dan yang mempunyai adalah konglomerat terkemuka di Indonesia yaitu Salim Group.

Saham ICBP bagus karena populasi penduduk Indonesia besar serta bonus demografi yang akan datang membuat pasar makanan selalu prospektif. Karena bagaimanapun juga orang selalu memerlukan makan.

Beberapa indikator yang menunjukkan keuangan ICBP memiliki kinerja yang konsisten dan bertumbuh terus, serta profitable, antara lain:

  • Pertumbuhan penghasilannya di ikuti juga oleh pertumbuhan laba dengan konsisten tiap tahun seiring dengan pertumbuhan pasar.
  • Kemampuan perusahaan yang dapat memperoleh penghasilan laba kepada modal yang pemegang saham setorkan. Memiliki ROE hingga 21% dan ROA hingga 13,7%. Angka tersebut jauh di atas rata-rata saham milik industry makanan pada BEI.
  • Rajin membagikan deviden ke pemegang sahammnya. Deviden payout rationya sebesar 34% dari laba tahun buku 2018.

Baca Juga: Analisa Fundamental Saham: Wajib Perhatikan Hal ini!

Cara Membeli Saham Blue Chip

Caranya sama dengan pembelian saham pada umumnya. Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda ikuti agar dapat melakukan perdagangan saham:

  1. Anda harus melakukan pembukaan rekening saham pada broker atau perusahaan sekuritas yang termasuk Anggota Bursa pada BEI.
  2. Anda juga harus melakukan pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) pada bank bersama melalui membuka Rekening Saham pada broker.
  3. Melakukan setoran dana ke RDN agar dapat memulai bertransaksi perdagangan saham.
  4. Melakukan order pembelian atau penjualan saham blue chip yang Anda pilih. Lakukan hal tersebut pada aplikasi perdagangan saham di broker tempat Anda melakukan pembukaan rekening saham.
Saham Blue Chip: Pengertian dan Referensinya
Saham Blue Chip: Pengertian dan Referensinya

Akhir Kata

Kami memberi saran kepada Anda untuk melakukan investasi saham. Hal tersebut karena saham memberikan tawaran return yang paling tinggi pada jangka panjang.

Bagi pemula yang memiliki keinginan untuk belajar saham, maka bermain saham blue chip merupakan langkah yang tepat untuk memulai.

Sekian artikel dari PartnerBisnismu tentang saham blue chip. Semoga bisa bermanfaat untuk kalian semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *