PartnerBisnismu

Tempatnya berbagi ilmu tentang apapun yang sedang ingin di curahkan

Cara Melunasi Hutang yang Semakin Menumpuk

Hutang merupakan suatu kewajiban finansial yang membebani keuangan dan harus dilunasi. Tidak sedikit orang yang memiliki banyak hutang karena berbagai macam faktor. Lalu bagaimana cara melunasi hutang tersebut? Kami akan memberikan beberapa tips untuk menghadapi banyak hutang dan melunasinya.

Cara Melunasi Hutang

1. Mengakui Jika Mempunyai Hutang

Tips terbebas dari hutang yang pertama yakni mengakui bahwa memiliki banyak hutang. Dan banyak hutang tersebut tentu dapat menggerogoti keuangan. Hal tersebut karena lebih banyak pengeluarannya daripada pemasukan.

Apabila tidak mengakui bahwa memiliki hutang, maka akan mengakibatkan gaya hidup yang lebih besar dari pemasukan. Sehingga Anda tidak memiliki urgency untuk mencari jalan keluar.

Karena tidak adanya urgency ini, hutang pasti akan semakin hari akan semakin mengalami pembengkakan. Tentunya akan lebih sulit menyelesaikan hutang yang jumlahnya besar daripada ketika jumlah hutang masih kecil.

2. Terbuka Tentang Hutang

Umunya yang menyebakan hutang menjadi banyak yaitu karena masalah dalam keluarga. Tuntutan kebutuhan keluarga yang besar akan membuat gaya konsumsi juga menjadi lebih besar daripada pendapatan. Karena hal itu, maka akan berujung pada tindakan mengambil hutang.

Seringkali kepala keluarga tidak mau terbuka bahwa sedang terdapat masalah dalam keuangan sehingga menyebabkan terpaksa mengambil hutang.

Untuk solusi yang kedua yakni alangkah baiknya jika sesegera mungkin membicarakan dengan keluarga. Karena keluarga dapat Anda ajak untuk berdiskusi dan mencari solusi.

3. Menganalisa Hutang

Setelah Anda mengakui jika memiliki hutang dan juga sudah terbuka kepada keluarga mengenaik masalah keuangan tersebut. Maka langkah berikutnya yaitu melakukan analisa terdahap kondisi hutang beserta dampak yang terjadi pada keuangan keluarga.

Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Cari tahu mengenai jumlah total kewajiban hutang yang Anda miliki sekarang ini.
  2. Perkirakan banyaknya pengeluaran tiap bulan yang harus Anda keluarkan untuk membayar hutang.
  3. Tentukanlah apakah hutang tersebut telah membahayakan kondisi keuangan pada setiap bulan atau tidak.
  4. Hitunglah jumlah hutang yang harus Anda lunasi apabila menginginkan kondisi keuangan sehat kembali.

Normalnya, maksimal sebesar 30% pendapatan untuk membayar hutang. Jadi, apabila sudah melebihi dari 30% gaji untuk membayar hutang, tentu kondisi keuangan sedang dalam kesulitan.

Baca Juga: Pinjaman Tanpa Bi Checking: Pengertian dan Contoh

4. Mengenali Jenis Hutang

Anda perlu mengetahui bahwa hutang terdapat banyak jenisnya. Karena jenis yang berbeda-beda ini, tentu implikasinya juga berbeda pula.

Hutang umumnya dipakai untuk memperoleh sesuatu. Apabila hal yang Anda beli menggunakan hutang tersebut adalah asset maka hutang tentu bukanlah hal yang buruk. Contohnya yaitu Kredit KPR.

Kredit untuk usaha juga dapat kita pandang sebagai hutang yang baik karena memiliki tujuan yang produktif serta memberikan hasil yang lebih besar melalui kenaikan bisnis apabila kita bandingkan dengan kewajiban angsuran tiap bulannya.

Hutang yang jahat yaitu hutang untuk konsumsi. Misalnya hutang untuk membeli smartphone, liburan, shopping, dan kegiatan konsumtif lainnya. Hutang ini tentu tidak akan meningkatkan asset karena barang konsumtif memiliki nilai yang terus menurun.

5. Melakukan Konsultasi Keuangan

Menyelesaikan hutang tentu bukan perkara yang mudah bagi sebagian besar orang. Selain tabu, juga masih banyak orang yang tidak memahami perkara keuangan alias literasi keuangan masih rendah.

Jika literasi keuangan masih rendah, maka untuk mencari jalan keluar saja masih sulit, apalagi untuk mengetahui apa masalah yang terjadi

Anda dapat meminta tolong kepada orang yang professional untuk mengulas masalah keuangan yang Anda hadapi dengan pergi ke Perencana Keuangan.

6. Mengevaluasi Pengeluaran

Hal yang sering terlewat dan dianggap sepele ketika merencanakan keuangan yakni evaluasi pengeluaran. Padahal, dengan mencatat pengeluaran tiap bulan akan membantu untuk menghitung serta melihat pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu. Sehingga di bulan depannya Anda dapat memotong pengeluaran tersebut.

Terdapat banyak orang yang tidak tahu mengenai pola pengeluaran tiap bulannya. Jadi, langkah pertama yang bisa Anda lakukan yaitu mencatat pengeluaran.

Setelah mencatat dan melakukan evaluasi, lebih baik lagi jika Anda dan pasangan menetapkan pengeluaran maksimum tiap bulan.

7. Memotong Pengeluaran

Setelah melakukan pencatatan, Anda dapat mengetahui pengeluaran yang besar, dan pengeluaran yang sebetulnya tidak perlu. Untuk itu, Anda harus sesegera mungkin mengambil keputusan untuk memotong beberapa pengeluaran.

Mungkin ada beberapa orang yang memiliki pengeluaran besar setiap bulan untuk memenuhi hobinya. Sebenarnya pengeluaran hobi ini bisa dipotong paling cepat karena apabila hilang, maka akan masih tetap bisa hidup.

Dalam mengurus hutang, ujung-ujungnya harus ada sesuatu hal yang dikorbankan. Sangat sederhana, namun untuk melakukannya tentu sangat sulit.

8. Bunga, Denda Hutang

Salah satu hal yang sering orang lupakan ketika meminjam uang yaitu besarnya bunga dan biaya yang harus mereka bayar. Apalagi jika jenis hutang yang mereka ambil adalah hutang untuk konsumsi, seperti kartu kredit dan KTA.

Kebanyakan masalah hutang yang di hadapi oleh karyawan ataupun pekerja yakni utang kartu kredit atau KTA. Saat ini dengan hadirnya pinjaman online membuat cara berhutang menjadi semakin mudah. Hanya dengan satu kali klik pinjaman saja dana tunai tersebut langsung cari dan masuk ke rekening bank.

Pinjol juga tida kalah besar dalam membebankan biaya admin. Pada beberapa pinjol, plafon pinjaman yang cair akan terpotong di awal sebagai biaya admin. Sehingga dana yang penerima pinjam akan lebih kecil daripada yang telah di setujui. Namun, harus tetap mengembalikan sesuai dengan plafon yang di setujui.

Baca Juga: Koperasi Simpan Pinjam: Pengertian dan Syarat

9. Restrukturisasi Hutang

Anda memiliki niat untuk membayar hutang namun belum memiliki uang untuk mengembalikan hutan sekarang. Maka solusinya bicarakan secara baik dengan pemberi hutang tersebut.

Anda dapat sesegera mungkin berdiskusi dengan pemberi pinjaman pilihan yang Anda punya. Jangan sesekali menghindar karena tentu Anda akan semakin terbeban dengan segala biayanya.

Jadi saran kami, Anda harus fokus pada 4 hal berikut ini, yaitu:

  1. Berbicara secara terbuka kepada keluarga mengenai masalah hutang yang sedang di hadapi. Mintalah bantuan kepada keluarga untuk berhemat dalam pengeluaran supaya hutang dapat di bayar dengan cepat.
  2. Melakukan evaluasi terhadap pengeluaran. Lakukanlah secara keseluruhan, rinci, dan rutin dalam menentukan mana pengeluaran yang dapat segera di potong untuk membayar hutang.
  3. Anda juga dapat membuat action-plan agar pengeluaran yang tidak perlu bisa terpotong. Sehingga Anda memiliki dana yang lebih untuk membayar hutang.
  4. Jangan menambah hutang yang baru, lakukan restrukturisasi hutang yang sudah ada. Perlu Anda ingat bahwa poin yang ketiga ini adalah poin paling penting.

Anda juga dapat menyampaikan kepada bank secara terbuka mengenai niat Anda untuk melunasi hutang namun sedang mengalami kesulitan keuangan. Mintalah restrukturisasi hutang supaya dapat menyelesaikan hutang secara baik.

Cara Melunasi Hutang yang Semakin Menumpuk
Cara Melunasi Hutang yang Semakin Menumpuk

Penutup

Tentu tidak ada orang yang mau terlilit hutang. Namun, karena adanya berbagai faktor, maka tiap orang memiliki kemungkinan untuk masuk ke perangkap hutang.

Sekian artikel dari PartnerBisnismu tentang cara melunasi hutang. Semoga bisa bermanfaat untuk kalian semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *