PartnerBisnismu

Tempatnya berbagi ilmu tentang apapun yang sedang ingin di curahkan

Cara KPR Rumah Agar Lolos Persetujuan Bank

Semua orang tentu merasa ingin untuk memiliki rumah sendiri. Namun, seperti yang telah kita ketahui bahwa harga rumah itu mahal. Sehingga membuat beberapa orang harus melakukan peminjaman dana KPR terlebih dahulu untuk mendapatkan rumah impiannya. Bagi Anda yang belum mengetahui cara KPR rumah, langsung simak saja ulasan di bawah ini.

Memiliki rumah sendiri merupakan impian bagi semua orang. Namun, kita tahu bahwa harga rumah dan juga property tidak pernah menurun setiap tahunnya. Malahan harga tersebut terus mengalami kenaikan.

Oleh karena hal itulah, mau tidak mau Anda harus berhubungan dengan KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Beberapa dari Anda mungkin merasa membutukan aliran dana dari KPR supaya dapat membeli rumah impian tersebut.

Yang menjadi masalah adalah bank tidak menerima semua pengajuan kredit KPR ini. Lalu bagaimanakah solusinya agar KPR rumah mendapatkan persetujuan dari pihak bank? Kami akan memberikan beberapa tips atau cara KPR rumah agar disetujui yang perlu Anda perhatikan.

Cara KPR Rumah Memperoleh Persetujuan Bank

KPR merupakan suatu fasilitas yang menyediakan peminjaman dana untuk tujuan pembelian rumah, apartemen, maupun jenis property yang lainnya, dan jaminannya menggunakan property tersebut.

Agar Anda dapat mengambil pinjaman KPR ini, maka harus membayar uang muka atau DP. Jadi, pembiayan dari pihak bank nantinya tidak semuanya atau 100% dari harga pembelian. Ketentuan minimal untuk uang muka yang telah ditetapkan Bank Indonesia (BI) yakni paling kecil 10% dari  total harga pembelian property.

Kemudian Anda sebagai nasabah harus membayar cicilan pinjaman dengan mengangsur tiap bulannya selama masa tenor yang sudah Anda sepakati.

Untuk suku bunganya ditentukan melalui skema tertentu. Suku bunga tersebut terbagi menjadi dua yakni bunga tetap dan bunga floating atau mengikuti bunga pasar.

Terdapat dua jenis KPR yang Bank tawarkan, yakni Konvensional dan Syariah. Masing-masing dari kedua jenis tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri.

Baca Juga: 6 Rekomendasi KPR Syariah Termurah dan Terbaik

Bank memberikan beberapa persyaratan KPR rumah yang cukup penting untuk Anda pahami ketika akan melakukan pengajuan pinjaman.

Sangat penting untuk mengetahui syarat KPR rumah yang terbaru dari Bank  BCA, BRI, CIMB Niaga, Permata, Mandiri, dan BTN. Hal tersebut perlu Anda lakukan apabila hendak melakukan pengajuan pinjaman ke Bank tersebut.

Selain itu, Anda juga perlu memahami persyarata untuk rumah bersubsidi apabila akan mengajukan KPR rumah bersubsidi. Dan untuk syarat rumah yang baru dan bekas (second) sangat mungkin berbeda.

Tidak sedikit orang yang permohonan kredit rumahnya di tolak oleh bank. Mereka yang pengajuan pinjamannya di tolak oleh bank, karena mereka tidak memahami apa penyebab KPR tidak disetujui oleh bank. Karena apabila memahaminya, maka mereka dapat mempersiapkan diri secara lebih baik agar pengajuannya dapat lolos.

Persyaratan KPR

Apa saja persyaratan KPR rumah yang wajib untuk Anda perhatikan? Berikut ini beberapa syaratnya:

1. Syarat Usia Pengajuan KPR

Bank menentukan syarat usia nasabah agar dapat melakukan pengajuan kredit. Maka dari itu pastikan bahwa usia Anda masuk pada batasan usia tersebut.

Apabila usia Anda berada di luar batas usia, sudah tentu bank akan menolak pengajuan KPR Anda. Biasanya, batasan usia tersebut mulai dari 21 tahun hingga usia 55 tahun.

Hal terpenting yang perlu Anda perhatikan yakni batasan usia paling tua di hitung saat cicilan KPR selesai. Maksudnya adalah Anda harus menambahkan usia saat ini dengan rencana tenor pinjaman agar bisa memperoleh usia maksimum.

Sebagai contoh, usia Anda saat ini adalah 45 tahun dan memiliki rencana untuk pengambilan KPR selama 15 tahun. Maka, kemungkinan besar pengajuan pinjaman KRP Anda akan bank tolak karena telah melebihi batas usia maksimum (55 tahun) saat pinjaman berakhir. Anda hanya dapat melakukan pengajuan dengan masa pinjaman paling lama 10 tahun.

2. Persyaratan Dokumen

Terdapat banyak syarat dokumen yang bank berikan pada saat Anda akan melakukan pengajuan kredit KPR. Ada berbagai macam jenis dokumen yang terdiri dari dokumen pribadi, pendapatan, serta kepemilikan rumah yang akan di KPR kan.

Berikut penjelasan yang lebih rinci mengenai syarat dan ketentuan ketika proses pengajuan KPR yang biasanya di minta oleh bank, yaitu:

  • Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Mempunyai penghasilan tetap dan memiliki masa kerja minimum selama 2 tahun
  • Memiliki usia minimum 21 tahun dan di usia 55 tahun kredit sudah harus lunas
  • Maksimum pembiayaannya yakni 80% hingga 90% dari nilai objek yang akan di biayai

Dokumen yang harus Anda siapkan antara lain:

  • Fotokopi KTP (suami istri)
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Surat Nikah (Fotokopian)
  • Surat keterangan kerja dan slip gaji asli
  • SK Pengangkatan Pegawai yang terakhir atau kartu Taspen asli (untuk pegawai negeri)
  • Ijazah terakhir asli
  • Rekening Koran selama 3 bulan terakhir (Fotokopian)
  • NPWP Pribadi asli atau SPT PPH 21 asli

3. Bersih BI Checking

Ini merupakan hal yang paling penting agar lolos KPR rumah. Bank akan mengecek karakter Anda pada BI Checking. Hal ini memiliki tujuan untuk memastikakn bahwa Anda mempunyai catatan kredit yang baik dan bersih.

Bank akan lumayan ketat ketika melihat hasil dari BI Checking tersebut. Apabila Anda tercatat pernah menunggak, maka kemungkinan besar bank akan melakukan penolakan pada pengajuan pinjaman Anda.

Maka dari itu, sebelum melakukan pengajuan kredit KPR, Anda harus memastikan bahwa catatan kredit bersih. Apabila Anda merasa memiliki tunggakan ataupun tidak pernah membayar, segera selesaikan tunggakan tersebut pada bank atau lembaga keuangan yang bersangkutan.

4. Memiliki Bukti Penghasilan

Ini merupakan salah satu dokumen yang sangat penting karena menjadi dasar bagi bank untuk bisa memberikan persetujuan kredit atau tidak. Dokumen ini menunjukkan sumber pendapatan yang akan nasabah pakai dalam membayar angsuran kredit.

Umumnya dokumen yang bank minta yaitu slip gaji bagi karyawan dan mutasi rekening Koran bagi pengusaha. Biasanya bank akan lebih mudah menyetujui pengajuan kredit bagi Anda yang mempunyai rekening gaji atau payroll. Hal tersebut karena bank dapat mengetahui secara persis aliran gaji Anda.

Baca Juga: UangMe: Pengertian, Cara Pengajuan dan Pembayaran

5. Membayar Uang Muka (DP) Rumah

Bank tidak mau melakukan pencairan pinjaman, walaupun semua syaratnya telah terpenuhi. Hal tersebut dapat terjadi ketika Anda belum melakukan pembayaran uang muka atau DP pembelian rumah. Syarat uang muka menjadi syarat yang mutlak bagi pencairan kredit.

Oleh karena itu, sangat penting bagi terlebih dahulu untuk melakukan perencanaan kisaran harga rumah yang akan Anda beli. Sehingga nantinya Anda akan mengetahui besarnya uang muka yang perlu Anda siapkan.

Setelah mengetahui uang muka yang di perlukan (berkisar antara 10% hingga 20% dari harga rumah), maka Anda harus segera menyiapkan dana untuk melunasi. Karena ketika KPR mendapat persetujuan maka uang muka harus telah lunas. Dan bank juga akan meminta bukti pelunasan tersebut.

Cara KPR Rumah Agar Lolos Persetujuan Bank
Cara KPR Rumah Agar Lolos Persetujuan Bank

Penutup

Mempunyai rumah sendiri adalah impian bagi banyak orang. Akan tetapi, harga rumah semakin hari semakin mahal.

KPR menjadi solusi bagi sebagian banyak banyak orang. Karena melalui bantuan kredit rumah ini, impian tersebut dapat terwujud.

Sekian artikel dari PartnerBisnismu tentang cara KPR rumah. Semoga bisa bermanfaat untuk kalian semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *