PartnerBisnismu

Tempatnya berbagi ilmu tentang apapun yang sedang ingin di curahkan

Cara Daftar BPJS Online Dengan Mudah dan Praktis

Cara daftar BPJS Online merupakan cara yang paling mudah untuk dilakukan ketika hendak mendaftar BPJS Kesehatan. Namun, terdapat beberapa persyaratan yang wajib dipahami terlebih dahulu pada proses pendaftaran secara online ini.

Semua warga negara Indonesia diwajibkan untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan sesuai dengan perintah perundang-undangan. Apabila tidak mengikutinya maka akan diberikan sanksi, walaupun hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai sanksinya. Oleh karena itu, sebaiknya perlu segera mendaftarkan diri.

Pendaftaran BPJS Kesehatan bisa dilakukan melalui dua cara yaitu:

  1. Kolektif, yang dilakukan melalui perusahaan atau tempat bekerja.
  2. Perseorangan, yang dilakukan oleh peserta sendiri.

Untuk cara yang pertama yaitu cara kolektif, pendaftaran biasanya akan diurus oleh pihak perusahaan lewat HRD ataupun personalia. Sehingga karyawan tinggal menerima jadinya saja.

Pada artikel kali ini kami akan membahas cara pendaftaran bpjs untuk peserta perorangan atau mandiri. Dikarenakan proses pendaftaran harus dilakukan secara mandiri, maka peserta perlu memahami terlebih dahulu bagaimana caranya serta apa saja yang perlu disiapkan untuk proses pendaftaran.

Pendaftaran peserta perorangan mengacu pada Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 4 tahun 2014. Sesuai dengan peraturan yang telah dibuat ini, untuk pendaftaran mandiri bisa dilaksanakan melalui tiga cara, yakni:

  • Datang ke kantor cabang yang sesuai dengan domisili calon peserta
  • Melalui situs atau website resmi BPJS Kesehatan
  • Melalui Bank dan atau pihak lain yang melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Pendaftaran secara online melalui situs resmi BPJS Kesehatan merupakan salah satu cara yang mudah dan juga cepat. Namun, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipahami ketika hendak melakukan pendaftaran online ini

Cara Daftar BPJS Online Perorangan

Melalui daftar secara online, maka peserta tidak perlu lagi untuk datang ke kantor. Hanya cukup dengan mengisi formulir yang disediakan di situs resmi BPJS Kesehatan.

Silahkan kalian simak cara daftar BPJS Online berikut ini.

Dokumen yang Wajib Disiapkan

Hal tersebut antara lain:

  • Nomor NIK yang ada pada E-KTP atau Kartu Keluarga
  • KITAP/ KITAS/Paspor bagi WNA
  • Memilih Fasilitas Tingkat Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau biasanya disebut dengan Faskes 1. Sebaiknya pilihlah FKTP yang lengkap dan dapat diakses oleh peserta secara mudah. Jangan lupa untuk melakukan riset terlebih dahulu. Dikarenakan peserta hanya dapat mengganti setelah 3 bulan melakukan pemilihan tersebut.
  • Rekening tabungan pada salah satu bank yang menerima pembayaran BPJS Kesehatan. Seperti BRI, BNI, dan Mandiri. Hal ini tidak berlaku bagi peserta yang mengambil kelas III.
  • Nomor telpon dan email yang masih aktif.

Situs Resmi BPJS Kesehatan

Pendaftaran online dilakukan melalui situs resmi BPJS Kesehatan. Caranya adalah:

  1. Pertama, Anda masuk dulu ke dalam situs tersebut.
  2. Jika sudah, calon peserta akan melihat halaman awal lalu pilihlah “Pendaftaran Online (e-registration)” yang terdapat di sebelah kiri halaman.
  3. Kemudian calon peserta akan dibawa ke halaman “Syarat dan Ketentuan” yang berisikan beberapa ketentuan untuk menjadi peserta BPJS. Bacalah terlebih dahulu secara teliti.
  4. Jika sudah dan menyetujuinya maka peserta dapat mencentang kotak di bagian bawah yang bertuliskan “Saya menerima dan menyetujui Syarat dan Ketentuan Layanan Pendaftaran BPJS Kesehatan”
  5. Setelah peserta menyetujui, selanjutnya peserta menekan atau klik tombol “Pendaftaran” yang ada di halaman tersebut.

Ketentuan Pendaftaran BPJS Online

Berdasarkan dengan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 111 tahun 2013 pasal 11 ayat (3), BPJS mewajibkan pendaftaran untuk semua anggota keluarga. Itulah mengapa BPJS selalu melakukan pengecekan pada data KK (Kartu Keluarga) yang dimana calon peserta tersebut harus menuliskan Nomor KK.

Apabila nomor telah berhasil dimasukkan, maka sistem BPJS akan secara otomatis membaca data kartu keluarga milik peserta tersebut yang tersimpan pada database Dukcapil atau Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Kemudian hasilnya semua anggota keluarga yang ada pada Kartu Keluarga akan dimunculkan.

Hal penting yang harus diketahui adalah apabila salah satu anggota keluarga telah terdaftar pada BPJS Kesehatan, maka proses pendaftaran online secara otomatis akan berhenti. Lalu calon peserta ini harus mengurus pendaftarannya melalui Kantor BPJS Kesehatan.

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku bahwa anggota keluarga yang wajib ikut pada program BPJS Kesehatan ini yaitu suami, istri, dan anak (baik kandung, tiri, ataupun angkat) dari peserta tersebut. Bagi anggota keluarga tambahan yang ada pada 1 Kartu Keluarga (misal orang tua, mertua, pembantu, sopir,dll) maka bisa didaftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Makna yang dimiliki dari ketentuan ini yaitu BPJS mengharuskan pendaftaran peserta dengan seluruh anggota keluarganya. Calon peserta tidak diperbolehkan melakukan pendaftaran sebagian anggota keluarga terlebih dahulu. Contohnya bulan ini mendaftarka dua orang, kemudian setelah memiliki kemampuan bulan berikutnya baru mendaftarkan anggota keluarga yang lain, begitu juga dengna seterusnya.

BPJS mempunyai ketentuan yang mewajibkan apabila ingin mendaftar maka semua anggota keluarganya juga harus di daftarkan secara bersamaan.

Proses berikutnya yakni calon peserta akan dibawa ke halaman Formulir Daftar Isian Peserta (FDIP) elektronik, yang mana formulir ini wajib untuk diisi menggunakan data-data yang diwajibkan.

Pengisian Data Peserta Keluarga

Pada Formulir Daftar Isian Peserta (FDIP) elektronik, calon peserta harus mengisi sebagai berikut:

  • Mengisikan NIK yang ada pada e-KTP atau KK
  • Mengisikan Nomor KITAP/KITAS/Paspor bagi WNA
  • Menentukan Fasilitas Tingkat Kesehatan Tingkat Pertama (FTKP)
  • Memilih Kelas Perawatan yang diinginkan
  • Mengisikan alamat korespondensi jika alamat tidak sesuai dengan KTP
  • Mengisikan nomor rekening

Penerbitan Virtual Account

Jika FDIP telah selesai diinput, maka BPJS akan melakukan proses validasi data calon peserta tersebut. Peserta dapat melihat semua anggota keluarga yang akan terdaftar pada jaminan kesehatan BPJS.

Apabila data semua telah valid, kemudian BPJS akan menerbitkan Virtual Account. Lalu calon peserta akan diminta untuk melakukan pembayaran melalui Virtual Account tersebut.

Penerbitan Kartu Identitas

Apabila calon peserta sudah melakukan pembayaran iuran melalui transfer ke Virtual Account, maka pihak BPJS akan menerbitkan kartu identitas peserta.

Kartu perserta tersebut memiliki masa berlaku yaitu mulai dari tujuh (7) hari setelah calon peserta melakukan pembayaran iuran yang pertama.

Baca Juga:

Beberapa Pertanyaan yang Sering Muncul

Bagaimana dengan ketentuan bayi yang baru lahir?

Untuk bayi yang baru saja lahir dan didaftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan, tidak diwajibkan mempunyak NIK (Nomor Induk Kependudukan). Akan tetapi, pendaftaran untuk bayi yang baru lahir ini wajib mencantumkan Nomor KK (Kartu Keluarga) orang tuanya.

Berapa lama masa berlaku jaminan BPJS?

Mulai kapan BPJS dapat dipakai? Jadi, kartu peserta dapat mulai berlaku tujuh hari setelah calon peserta melaksakan pembayaran iuran yang pertama.

Simpanlah selalu nomor Virtual Account, karena nomor tersebut dipakai setiap melakukan pembayaran iuran bulanan.

Cara Daftar BPJS Online Dengan Mudah dan Praktis
Cara Daftar BPJS Online Dengan Mudah dan Praktis

Penutup

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai cara daftar BPJS online. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membantu Anda. Selamat mencoba!

Sekian artikel dari PartenrBisnismu tentang cara mendaftarkan BPJS melalui online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *